canva
Jakarta, 17 Juli 2025 – ESG & Sustainability | TEUSWORLD.COM
Indonesia tengah memasuki fase transformasi strategis dalam sektor kepelabuhanan melalui penerapan konsep Smart and Green Port. Konsep ini tidak hanya mengedepankan efisiensi teknologi, tetapi juga komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Dalam kajian ilmiah berjudul “Opportunities and Challenges of Implementing Green and Smart Port Concepts in Indonesia” yang telah diterbitkan dalam Journal of Maritime Research, penulis Safuan menguraikan bahwa transformasi menuju pelabuhan cerdas dan hijau adalah langkah penting untuk memperkuat daya saing pelabuhan nasional dan menghadapi tantangan perubahan iklim global.
Penelitian tersebut menjelaskan bahwa smart port menekankan pada penggunaan teknologi digital seperti Internet of Things (IoT), big data, dan automasi untuk meningkatkan efisiensi operasional. Sementara itu, green port fokus pada penggunaan energi ramah lingkungan, pengelolaan limbah berkelanjutan, serta pengurangan jejak karbon dari aktivitas pelabuhan. Kombinasi kedua konsep ini dipandang sebagai fondasi menuju pelabuhan masa depan yang efisien, tangguh, dan berkelanjutan.
Namun, tantangan masih membayangi. Safuan mengungkapkan bahwa hambatan utama mencakup keterbatasan infrastruktur digital, rendahnya kesadaran ESG di level operasional, serta koordinasi yang belum optimal antara pemerintah, operator pelabuhan, dan pemangku kepentingan lainnya. Meski begitu, peluang pertumbuhan sangat besar jika disertai dengan strategi nasional yang inklusif dan kolaboratif.
Dalam artikelnya, Safuan—yang juga merupakan dosen pascasarjana dan peneliti dari Universitas Esa Unggul Jakarta—menekankan pentingnya penyusunan roadmap nasional, penguatan kebijakan insentif untuk investasi hijau, serta pelibatan sektor pendidikan dan riset sebagai mitra inovasi. Dengan sinergi yang kuat antar pihak, transformasi pelabuhan di Indonesia dapat mewujudkan sistem logistik yang lebih adaptif terhadap perubahan global.
Disusun oleh Redaksi TEUSWORLD.COM