portseurope.com
Barcelona, 19 Juli 2025 | Port News – TEUSWORLD.COM
Pemerintah Otoritas Pelabuhan Barcelona mengambil langkah strategis untuk menyeimbangkan pertumbuhan pariwisata dengan kualitas hidup warga lokal. Salah satu kebijakan terbarunya adalah mengurangi jumlah terminal kapal pesiar dari tujuh menjadi empat pada tahun 2026, sebagai respons terhadap kekhawatiran tentang overtourism yang terus meningkat di kota tersebut.
Langkah ini merupakan bagian dari perjanjian antara Port of Barcelona dengan pemerintah kota yang telah dikembangkan sejak 2018. Dikutip dari Euronews Travel, kebijakan ini juga termasuk relokasi kapal pesiar ke terminal baru di Moll Adossat, yang lokasinya lebih jauh dari pusat kota. Tujuannya adalah untuk mengurangi dampak lalu lintas wisatawan yang menumpuk di kawasan bersejarah, seperti Las Ramblas dan Barri Gòtic.
Pihak berwenang menegaskan bahwa keputusan ini bukan berarti menutup diri dari wisata kapal pesiar, melainkan mengelolanya secara lebih berkelanjutan. Tahun 2023 lalu, Barcelona tercatat menerima lebih dari tiga juta penumpang kapal pesiar, menempatkannya sebagai pelabuhan kapal pesiar tersibuk di Eropa. Namun, arus wisatawan yang besar ini memunculkan tekanan terhadap infrastruktur kota serta keluhan dari penduduk lokal terkait lonjakan harga, polusi, dan keramaian.
Dengan adanya pembatasan ini, Port of Barcelona berharap dapat menurunkan volume kapal pesiar harian dan meningkatkan kualitas kunjungan secara keseluruhan. Para pelaku industri pariwisata pun diajak untuk menyesuaikan strategi agar lebih fokus pada keberlanjutan jangka panjang dan dampak sosial bagi komunitas setempat.
Kebijakan ini mendapat sambutan positif dari banyak organisasi lingkungan dan warga kota, meski juga menimbulkan kekhawatiran dari sebagian pelaku usaha yang menggantungkan pendapatan pada sektor kapal pesiar. Namun demikian, Barcelona menunjukkan komitmennya sebagai kota pelabuhan yang bukan hanya sibuk, tapi juga sadar lingkungan dan sosial.
Disusun oleh Redaksi TEUSWORLD.COM