seatrade-maritime.com
Athena, 19 Juli 2025 | Port News – TEUSWORLD.COM
Akibat meningkatnya serangan bersenjata terhadap kapal niaga di kawasan Laut Merah, sejumlah perusahaan pelayaran Yunani memutuskan untuk mengalihkan rute kapal tankernya ke jalur yang lebih aman—mengelilingi Tanjung Harapan di Afrika Selatan—dan menjauhi Terusan Suez. Keputusan ini muncul setelah beberapa insiden serius yang mengancam keselamatan pelayaran global, termasuk serangan drone dan rudal terhadap kapal komersial.
Dilansir dari Reuters dan MarineLink, operator kapal tanker di Yunani menganggap bahwa rute alternatif ini, meskipun menambah waktu pelayaran dan biaya operasional, menjadi solusi realistis untuk menghindari risiko tinggi di Laut Merah. Biaya asuransi yang melonjak dan ancaman keamanan yang nyata telah mendorong perusahaan untuk memprioritaskan keselamatan dan keandalan pengiriman energi.
Sebagai negara dengan armada tanker terbesar di dunia, langkah Yunani ini turut memengaruhi dinamika logistik energi global, khususnya pengangkutan minyak dari Timur Tengah ke Eropa dan Amerika. Dampaknya tidak hanya terasa di sektor pelayaran, namun juga mulai terlihat pada volatilitas harga energi di pasar internasional.
Perubahan rute ini sekaligus menyoroti pentingnya diversifikasi jalur logistik laut serta perlunya koordinasi internasional untuk menjamin keamanan pelayaran di jalur strategis seperti Laut Merah. Otoritas pelabuhan di berbagai negara kini tengah bersiap menghadapi lonjakan lalu lintas kapal yang memilih rute via Afrika.
Disusun oleh Redaksi TEUSWORLD.COM