tpkkoja.co.id
Jakarta, 5 Agustus 2025 | Maritime Digitalization – TEUSWORLD.COM
Transformasi digital di pelabuhan-pelabuhan Indonesia kian menunjukkan hasil nyata, baik dalam peningkatan efisiensi pelayanan maupun kontribusi dalam menekan biaya logistik nasional. Hal ini dipaparkan secara komprehensif dalam artikel ilmiah berjudul “Penerapan Teknologi Digital di Pelabuhan Indonesia untuk Menurunkan Biaya Logistik Nasional” karya Dr. Safuan dari Universitas Esa Unggul, yang diterbitkan dalam Jurnal JMTRANSLOG, Vol. 9 No. 3, November 2022.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi dokumen dari berbagai sumber otentik seperti laporan tahunan, bahan paparan perusahaan, dan jurnal ilmiah. Hasil studi menunjukkan bahwa sejak proses merger Pelindo pada Oktober 2021, pengembangan digital di sektor pelabuhan menjadi kunci utama transformasi layanan logistik nasional.
Tiga Pilar Digitalisasi: Laut, Darat, dan Pelanggan
Digitalisasi di sisi laut meliputi implementasi sistem Inaportnet, Vessel Management System (VMS), Marine Operating System (MOS/SIPANDU), dan Vessel Traffic Service (VTS). Teknologi ini berhasil menurunkan waktu tunggu kapal (port stay), meningkatkan kecepatan layanan pandu dan tambat, serta memberikan efisiensi operasional hingga miliaran rupiah setiap tahunnya.
Di sisi darat, pelabuhan telah mengembangkan sistem seperti Terminal Operating System (TOS), MP-TOS untuk kargo non-petikemas, CarTOS untuk kendaraan dan alat berat, hingga AutoGate System dan Single Truck Identification Data (STID). Penggunaan sistem-sistem ini mempercepat layanan bongkar muat, memotong biaya dan waktu cargo stay, serta meningkatkan transparansi pergerakan barang.
Untuk aspek pelanggan, layanan digital telah dikonsolidasikan dalam sistem e-Service dan i-Hub. Keduanya menyediakan platform berbasis web dan mobile untuk booking, tracking, billing, hingga pelacakan real-time pergerakan kontainer. Khusus i-Hub bahkan telah terintegrasi dengan National Logistic Ecosystem (NLE), mendorong kolaborasi lintas sektor yang lebih luas.
Dampak Nyata: Efisiensi dan Daya Saing Global
Melalui inovasi digital tersebut, Pelabuhan Indonesia tidak hanya memangkas biaya logistik, tetapi juga meningkatkan daya saing di level global. Dari hasil penelitian, sistem VMS menurunkan biaya pengurusan dokumen hingga 30% dan waktu layanan dari 3 hari menjadi hanya 4–8 jam. MOS memungkinkan 35 order layanan dilakukan dalam waktu 32 detik, jauh lebih cepat dari sistem manual yang membutuhkan hingga 23 jam per order.
Integrasi sistem digital dari sisi laut, darat, hingga pelanggan telah menghasilkan ekosistem pelabuhan yang saling terhubung dan efisien. Upaya ini diharapkan dapat menurunkan biaya logistik nasional dari 23% menjadi 17% dari PDB, seperti ditargetkan dalam program NLE.
Disusun oleh Redaksi teusworld.com berdasarkan artikel karya Dr. Safuan dari Universitas Esa Unggul, dipublikasikan oleh Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik (JMTRANSLOG), Institut Transportasi dan Logistik Trisakti.
Referensi Utama:
Safuan, S. (2022). Penerapan Teknologi Digital di Pelabuhan Indonesia untuk Menurunkan Biaya Logistik Nasional. Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik (JMTRANSLOG), Vol. 09 No. 03. https://journal.itltrisakti.ac.id/index.php/jmtranslog