tpkkoja.co.id
Roma, 2025 | Maritime Research & Logistics – TEUSWORLD.COM
Sebuah penelitian kolaboratif antara dosen Universitas Esa Unggul dan Universitas Muhammadiyah Jakarta berhasil menyoroti perkembangan riset terminal peti kemas global dalam kurun waktu dua dekade terakhir. Artikel berjudul “Trends and Patterns in Container Terminal Research: A Bibliometric Analysis of Worldwide Publications” ditulis oleh Safuan, Rojuaniah, Menik Indrati, Lukman Cahyadi, Mutmainah, dan Umi Marfuah, dan dipublikasikan dalam European Transport \ Trasporti Europei, salah satu jurnal transportasi ternama di Eropa.
Penelitian ini menganalisis ribuan publikasi terindeks Scopus dari tahun 2000 hingga 2024, menyoroti lonjakan riset setelah tahun 2016. Hasilnya menunjukkan dominasi Tiongkok dalam volume penelitian, sementara Eropa tetap menjadi pusat penting dengan universitas-universitas besar seperti Erasmus Universiteit Rotterdam aktif berkontribusi.
Fokus utama riset terminal peti kemas adalah optimalisasi operasional, meliputi penjadwalan crane, alokasi dermaga, efisiensi rantai pasok, serta adopsi teknologi baru seperti Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), dan blockchain. Artikel dengan tema tersebut terbukti paling banyak disitasi, mencerminkan urgensinya bagi dunia logistik modern.
Lebih dari sekadar angka, penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi internasional. Safuan dan tim menemukan bahwa jejaring penulis lintas negara menghasilkan dampak sitasi lebih tinggi, menunjukkan bagaimana kolaborasi memperkaya kualitas riset dan memperluas relevansi globalnya.
Bagi dunia akademik, artikel ini menjadi peta jalan riset terminal peti kemas; bagi praktisi, temuan ini menawarkan arah strategis dalam menghadapi tantangan logistik masa depan. Publikasi dalam European Transport juga mengukuhkan kontribusi akademisi Indonesia dalam wacana ilmiah internasional.
Disusun oleh Redaksi teusworld.com