tpkkoja.co.id
Jakarta, 2 Januari 2026 | Port Sustainability & Operations – TEUSWORLD.COM
Terminal Petikemas Koja (TPK Koja) memasuki tahun 2026 dengan fokus strategis yang semakin menegaskan komitmen terhadap pembangunan pelabuhan berkelanjutan (green port). Setelah menutup tahun 2025 dengan berbagai inisiatif modernisasi operasional, manajemen TPK Koja menempatkan pengurangan emisi, efisiensi energi, dan penataan lingkungan terminal sebagai prioritas utama dalam arah kebijakan tahun mendatang.
Komitmen tersebut tertuang dalam dokumen Management Direction 2025 yang menjadi landasan strategis penguatan kinerja operasional sekaligus transisi menuju praktik kepelabuhanan yang lebih ramah lingkungan. Manajemen menegaskan bahwa capaian 2025 tidak hanya berorientasi pada produktivitas, tetapi juga pada transformasi operasional yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan.
Elektrifikasi Peralatan untuk Menekan Emisi Operasional
Salah satu pilar utama strategi green port TPK Koja adalah penggunaan peralatan bongkar muat berbasis elektrik, termasuk Quay Container Crane (QCC) dan Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG). Peralihan dari peralatan berbasis diesel ke sistem elektrik diproyeksikan mampu menurunkan emisi karbon, mengurangi kebisingan, serta meningkatkan efisiensi konsumsi energi di area terminal.
Pengadaan QCC super-post-Panamax dan E-RTG listrik sepanjang 2025 menjadi fondasi penting untuk mendukung target operasional rendah emisi di 2026. Modernisasi ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas bongkar muat, tetapi juga memperkuat posisi TPK Koja sebagai terminal yang adaptif terhadap tuntutan global terkait dekarbonisasi sektor logistik dan maritim.
Penghijauan Kawasan Terminal sebagai Bagian dari Strategi Keberlanjutan
Selain elektrifikasi alat, TPK Koja juga menjalankan program penghijauan di sekitar kawasan terminal, termasuk penanaman vegetasi produktif dan penataan ruang hijau di area operasional. Inisiatif ini dirancang untuk mendukung penyerapan karbon, peningkatan kualitas lingkungan kerja, serta penciptaan ekosistem pelabuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Upaya penghijauan tersebut menjadi bagian integral dari agenda green port yang sejalan dengan kebijakan keberlanjutan Pelindo serta standar praktik internasional di industri kepelabuhanan.
Efisiensi Operasional dan Digitalisasi Pendukung Green Port
TPK Koja juga mengintegrasikan agenda keberlanjutan dengan efisiensi operasional berbasis digital. Optimalisasi Terminal Booking System (TBS), integrasi data operasional, serta pemantauan yard occupancy ratio secara real time menjadi instrumen penting untuk meminimalkan waktu tunggu, mengurangi idle time alat, dan menekan konsumsi energi secara tidak langsung.
Menjelang periode angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, terminal menunjukkan kesiapan operasi 24/7 dengan tingkat pemanfaatan lapangan penumpukan yang relatif stabil. Kondisi ini mencerminkan kemampuan terminal dalam menjaga keseimbangan antara kelancaran layanan dan efisiensi sumber daya.
Kolaborasi dan Arah Strategis 2026
Didukung sinergi dengan pemangku kepentingan, termasuk Hutchison Ports Indonesia, TPK Koja menempatkan tahun 2026 sebagai fase penting dalam penguatan layanan berkelanjutan. Fokus strategis ke depan meliputi:
- Pengurangan emisi operasional melalui elektrifikasi peralatan bongkar muat;
- Peningkatan efisiensi energi dan optimalisasi workflow digital;
- Penguatan layanan pelanggan berbasis keandalan dan kepastian waktu;
- Pengembangan kawasan terminal yang hijau dan berwawasan lingkungan.
Dengan fondasi modernisasi, elektrifikasi alat, dan komitmen lingkungan yang konsisten, TPK Koja optimistis dapat memperkuat perannya sebagai terminal petikemas berdaya saing tinggi sekaligus berkelanjutan, mendukung kelancaran rantai pasok nasional dan agenda green port Indonesia di tingkat global.
Disusun oleh Redaksi teusworld.com