assets.isu.pub
Malaysia, 27 Desember 2025 | Green Ports & Decarbonisation – TEUSWORLD.COM
Port of Tanjung Pelepas (PTP), pelabuhan kontainer utama di Malaysia dan bagian dari jaringan APM Terminals, mengambil langkah strategis untuk memperkuat keberlanjutan operasionalnya melalui elektrifikasi armada prime mover — truk-truk terminal yang digunakan untuk memindahkan peti kemas di area lapangan. Inisiatif ini dilakukan sebagai bagian dari strategi sustainability dan transformasi digital yang tengah dijalankan pelabuhan.
PTP telah menandatangani perjanjian dengan Terberg Tractors Malaysia (TTM) untuk membeli batch awal 52 unit electric prime movers (e-PMs), yang merupakan bagian dari pesanan total 94 unit prime movers. Sisanya masih akan menggunakan mesin konvensional, namun kehadiran armada listrik ini menjadi tonggak penting dalam mengurangi emisi dan biaya operasional jangka panjang.
Dikutip dari Chairman PTP Tan Sri Che Khalib Mohamad Noh, “This decision reflects more than a step-up in fleet capability … it underscores our commitment to foresight, innovation and embracing change.” Pernyataan ini disampaikan saat PTP sedang merayakan ulang tahunnya yang ke-25, menegaskan bahwa pelabuhan tidak hanya fokus pada pertumbuhan kapasitas tetapi juga keberlanjutan lingkungan.
Menurut CEO PTP Mark Hardiman, pengadaan e-PM listrik ini sejalan dengan rencana ekspansi pelabuhan untuk menangani sekitar 16 juta TEUs dalam dua setengah tahun ke depan. Dikutip dari komentar Hardiman, inisiatif ini “supports our expansion strategy, optimising our footprint and aligning equipment readiness with our growth plans.”
Uji coba (proof-of-concept) menunjukkan bahwa setiap e-PM menghasilkan sekitar 4.000 kg CO₂eq per bulan, dibandingkan dengan 7.600 kg CO₂eq dari unit konvensional — sebuah penurunan emisi sebesar 48 % sekaligus reduksi biaya operasional hingga 57 % per unit per bulan. Selain itu, PTP juga telah menguji beberapa forklift listrik kecil (e-SF) dalam operasi nyata sebagai bagian dari upaya keberlanjutan yang lebih luas.
Armada e-PM ini diperkirakan akan tiba pada 2026 dengan dukungan layanan pemeliharaan dari TTM selama 24 bulan. Kepala eksekutif TTM Boo Wei Ching menyatakan bahwa kerja sama ini menempatkan PTP sebagai pelabuhan pertama di Malaysia yang mengoperasikan prime mover listrik dari TTM, diharapkan membawa peningkatan kinerja serta inovasi operasi pelabuhan.
Inisiatif ini juga sejalan dengan partisipasi PTP dalam berbagai kolaborasi internasional untuk keberlanjutan pelabuhan, termasuk program IMO GreenVoyage2050, kemitraan dengan Australian Partnerships for Infrastructure (P4I), serta Memorandum of Understanding dengan Port of Melbourne dalam operasi pelabuhan yang lebih ramah lingkungan.
Langkah elektrifikasi tersebut turut menunjukkan komitmen PTP untuk menyeimbangkan antara pertumbuhan operasional yang cepat dan agenda dekarbonisasi yang ambisius, menjadikannya contoh utama transformasi pelabuhan di Asia Tenggara yang siap bersaing di era logistik berkelanjutan.
Disusun oleh Redaksi teusworld.com