wikipedia.org
Yokohama, 29 Januari 2026 | Maritime Decarbonisation – TEUSWORLD.COM
Pelabuhan Yokohama resmi meluncurkan program insentif yang bertujuan mempercepat adopsi bahan bakar bersih dalam pelayaran internasional dengan menghapus biaya masuk pelabuhan (port entry fees) bagi kapal yang menggunkan bahan bakar metanol atau biofuel tertentu, efektif mulai 1 Januari 2026. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pelabuhan dalam mendukung transisi menuju energi rendah emisi dan green shipping.
Dikutip dari pernyataan Yokohama City, biaya masuk pelabuhan akan dibebaskan sepenuhnya untuk kapal yang menggunakan metanol sebagai bahan bakar, tanpa ambang minimal volume, dan juga akan berlaku untuk kapal yang telah melakukan bunkering setidaknya 300 metrik ton biofuel dengan komposisi kandungan biogenik 24% atau lebih tinggi. Program ini memperluas dukungan sebelumnya yang fokus pada bahan bakar alternatif lain, dengan harapan menarik lebih banyak operator kapal untuk memilih bahan bakar rendah karbon.
Inisiatif ini diluncurkan sebagai bagian dari upaya Pelabuhan Yokohama untuk memposisikan dirinya sebagai pelabuhan yang mendukung tujuan pengurangan emisi global, sejalan dengan kebijakan efisiensi energi dan International Container Strategic Port Policy. Dikutip dari pengumuman resmi, program ini juga diharapkan dapat memperkuat daya saing pelabuhan terhadap lalu lintas kargo otomotif dan kontainer di kawasan Asia Timur, sekaligus mendorong penggunaan teknologi dan bahan bakar yang lebih bersih di jaringan logistik maritim.
Penanggung jawab Pelabuhan Yokohama menyampaikan bahwa langkah ini tidak hanya memberikan incentive finansial jangka pendek bagi kapal yang berlabuh, tetapi juga diharapkan mendorong pergeseran struktur penggunaan bahan bakar kapal secara luas. Dengan adanya penghapusan biaya masuk, operator pelayaran diperkirakan akan lebih cepat beralih ke bahan bakar dengan jejak emisi lebih rendah, sebuah langkah penting dalam mencapai target net-zero di sektor maritim pada pertengahan abad ini.
Dengan program ini, Yokohama mengikuti tren pelabuhan besar dunia dalam menciptakan ekosistem logistik yang ramah lingkungan dan mendukung penurunan emisi dari sumber terbesar dalam rantai pasok laut — bahan bakar kapal. Dampak kebijakan ini diharapkan akan semakin jelas sejalan dengan meningkatnya jumlah kapal berbahan bakar metanol dan biofuel yang memanfaatkan fasilitas pelabuhan mulai awal 2026.
Disusun oleh Redaksi teusworld.com