hrdspot.com
Indonesia mencatat pertumbuhan ekspor yang signifikan pada Mei 2025, dengan nilai ekspor mencapai USD 24,6 miliar, meningkat tajam dibanding bulan sebelumnya. Sementara itu, impor sedikit menurun ke angka USD 20,3 miliar, menjaga surplus neraca perdagangan tetap positif.

Bahan bakar mineral masih mendominasi daftar ekspor nasional dengan nilai tertinggi, mencapai hampir USD 3,7 miliar. Komoditas lainnya yang menyusul antara lain besi dan baja, lemak dan minyak nabati/hewan, serta mesin dan perlengkapan listrik. Keempat komoditas ini berkontribusi besar terhadap devisa negara.
Sementara dari sisi impor, produk mesin dan perlengkapan elektrik menjadi komoditas impor tertinggi dengan nilai lebih dari USD 2,8 miliar, mencerminkan ketergantungan industri nasional pada teknologi luar.
Grafik yang dihasilkan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan bahwa ekspor mengalami fluktuasi positif dalam lima bulan terakhir, dengan tren naik tajam di Mei. Sebaliknya, impor lebih stabil meskipun menunjukkan sedikit penurunan di bulan terakhir.
Kondisi ini menunjukkan bahwa Indonesia berhasil mempertahankan ketahanan perdagangan meski di tengah ketidakpastian ekonomi global, dengan memaksimalkan potensi sumber daya alam sekaligus mendorong efisiensi impor.
Disusun oleh Redaksi TEUSWORLD.COM