kompas.com
Jakarta, 12 Juli 2025 – Innovation & Technology | Teusworld.com
Ketika pelabuhan-pelabuhan dunia berlomba mengejar efisiensi dan keunggulan digital, Indonesia mulai melangkah masuk ke medan baru transformasi pelabuhan berbasis kecerdasan buatan (AI). Studi ilmiah terbaru yang dipublikasikan di Transactions on Maritime Science menunjukkan bahwa potensi penerapan AI di pelabuhan Indonesia sangat besar—namun tak lepas dari berbagai tantangan yang perlu diselesaikan secara strategis.
Nunc volutpat tortor libero at augue mattis neque, suspendisse aenean praesent sit habitant laoreet felis lorem nibh diam faucibus viverra penatibus donec etiam sem consectetur vestibulum purus non arcu suspendisse ac nibh tortor, eget elementum lacus, libero sem viverra elementum.
AI dan Masa Depan Pelabuhan Indonesia
Penelitian yang dipimpin oleh Safuan dari Universitas Esa Unggul dan Asma Syafira dari Universitas Sebelas Maret ini menyoroti bagaimana AI dapat merevolusi pengelolaan lalu lintas kapal, otomatisasi bongkar muat kontainer, hingga pengambilan keputusan berbasis data di pelabuhan Indonesia. Dengan pendekatan kualitatif, mereka mewawancarai manajer pelabuhan, teknisi, hingga staf operasional, serta menganalisis laporan tahunan pelabuhan dan studi kasus nasional maupun global.
Di tengah gelombang digitalisasi global, AI dipandang sebagai senjata utama untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasional. Pelabuhan di Balikpapan, Belawan, dan Banten, misalnya, telah mulai mengadopsi solusi AI dari Innovez One, seperti marineM software, yang terbukti mampu menurunkan emisi karbon sekaligus meningkatkan efisiensi pelayanan kapal.
Potensi Transformasi Digital
Studi ini memetakan berbagai peluang strategis yang bisa dicapai dengan implementasi AI. Pertama, optimalisasi operasi: AI mampu memprediksi kedatangan kapal dengan lebih akurat, mengurangi waktu tunggu, dan mereduksi kemacetan dermaga. Kedua, AI dapat diterapkan pada sistem keamanan dan pemantauan lingkungan, seperti deteksi kualitas air dan udara secara real-time, serta identifikasi aktivitas mencurigakan secara otomatis.
AI juga membuka jalan menuju pengambilan keputusan yang lebih presisi berbasis data historis, memungkinkan jadwal perawatan alat berat dilakukan secara proaktif sebelum kerusakan fatal terjadi. Efisiensi ini tak hanya menghemat biaya operasional, tapi juga meningkatkan kualitas layanan bagi pengguna jasa pelabuhan.
Hambatan Struktural dan Kesiapan SDM
Namun, jalan menuju pelabuhan pintar di Indonesia masih terjal. Infrastruktur dan perangkat keras yang belum memadai menjadi salah satu tantangan utama. Belum semua pelabuhan memiliki server, sensor, dan kamera canggih yang kompatibel dengan sistem AI. Lebih jauh lagi, kekurangan tenaga ahli yang menguasai teknologi ini membuat proses integrasi teknologi menjadi lambat.
Isu lain yang tak kalah krusial adalah keamanan data dan integrasi dengan sistem informasi pelabuhan yang sudah ada. Di sisi regulasi, belum tersedia kebijakan yang mengatur dengan jelas tata kelola etika, keamanan, hingga perlindungan data dalam penggunaan AI di sektor publik seperti pelabuhan.
Rekomendasi Jalan ke Depan
Penelitian ini merekomendasikan langkah-langkah konkret: memperkuat infrastruktur teknologi, membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk mencetak talenta AI, serta mempercepat revisi kebijakan dan regulasi agar mendukung adopsi teknologi secara luas. Pengembangan Port Management Integrated Digitisation System (PMIDS) yang berbasis AI juga dianggap krusial sebagai fondasi sistem manajemen pelabuhan masa depan.
Indonesia tidak bisa menunggu lebih lama. Dalam lanskap pelayaran dan logistik global yang terus berubah, AI bukan sekadar pilihan—melainkan kebutuhan strategis. Pelabuhan yang berhasil mengintegrasikan teknologi ini akan berdiri sebagai pionir dalam rantai pasok maritim internasional.
Disusun oleh: Redaksi Teusworld.com