katakini.com
Asia Tenggara, 15 Juli 2025 – Shipping & Logistics | TEUSWORLD.COM
Langkah strategis dalam memperkuat jaringan pelayaran intra-Asia kembali digagas. Beberapa perusahaan pelayaran regional resmi meluncurkan layanan kapal feeder baru yang menghubungkan pelabuhan-pelabuhan sekunder di kawasan ASEAN, termasuk Belawan (Indonesia), Songkhla (Thailand), Hai Phong (Vietnam), dan Kuantan (Malaysia). Inisiatif ini diharapkan mampu memperluas akses logistik kawasan ke pelabuhan utama global dan mempercepat distribusi barang antarnegeri.
Selama ini, pelabuhan besar seperti Singapore, Tanjung Pelepas, dan Port Klang menjadi pusat transshipment utama di Asia Tenggara. Namun, pelabuhan-pelabuhan sekunder seringkali terkendala akses langsung ke jalur pelayaran utama dunia (mainline service). Dengan hadirnya layanan feeder baru ini, pelabuhan seperti Belawan atau Kuantan kini memiliki jalur reguler untuk menghubungkan kargo mereka ke pelabuhan hub dalam waktu lebih singkat.
Seorang juru bicara dari operator pelayaran AsiaLink Shipping menyatakan bahwa layanan baru ini tidak hanya memperpendek waktu transit, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada jalur darat lintas batas yang rawan keterlambatan.
Rute feeder terbaru ini akan beroperasi dengan frekuensi tetap dua kali seminggu, menggunakan kapal-kapal berkapasitas antara 700 hingga 1.000 TEU. Rute tersebut akan melewati jalur:
Belawan – Penang – Kuantan – Songkhla – Laem Chabang – Hai Phong – kembali ke Belawan, menciptakan loop logistik yang memperkuat konektivitas lintas regional tanpa harus melewati jalur pelabuhan utama.
Dengan model fixed schedule dan transit time yang lebih efisien, ekspor produk manufaktur, komoditas, dan kargo e-commerce dari pelabuhan sekunder akan memiliki daya saing lebih tinggi untuk menjangkau pasar global.
Pemerintah daerah di beberapa negara menyambut layanan ini dengan antusias, khususnya kawasan industri dan pelabuhan non-primer yang selama ini memiliki keterbatasan akses. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sumatra dan Vietnam Utara kini memiliki potensi lebih besar untuk menarik investor yang mencari biaya logistik lebih efisien.
Layanan feeder juga membuka peluang besar bagi pengembangan sistem logistik multimoda, dengan integrasi antarpelabuhan, jalur kereta, dan distribusi darat ke hinterland regional.
Inisiatif ini mencerminkan arah integrasi logistik kawasan ASEAN, selaras dengan ASEAN Connectivity Plan dan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Peluang untuk menciptakan rantai pasok regional yang lebih ringkas, efisien, dan tahan guncangan semakin terbuka.
Pakar pelayaran menilai bahwa layanan feeder ini akan menjadi tulang punggung distribusi regional di tengah meningkatnya kebutuhan diversifikasi jalur perdagangan dan tekanan geopolitik global.
Disusun oleh Redaksi TEUSWORLD.COM