maritimefairtrade.org
Jakarta Utara, 17 Juli 2025 – ESG & Sustainability | TEUSWORLD.COM
PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah pelabuhan. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pelindo menggandeng startup pengelola limbah, Parongpong, untuk menjalankan inisiatif pengolahan ghost net atau jaring ikan bekas di kawasan Kalibaru, Jakarta Utara.
Inisiatif ini tidak hanya menjadi langkah konkret mitigasi dampak lingkungan di ring satu pelabuhan, tetapi juga membuka ruang partisipatif bagi komunitas nelayan lokal. Nelayan dilibatkan secara aktif dalam proses pembersihan limbah jaring yang selama ini mencemari perairan. Limbah jaring tersebut kemudian dibeli oleh Parongpong untuk diolah menjadi produk terbarukan berupa kursi dan meja.
Hasil pengolahan tersebut kembali dimanfaatkan oleh Pelindo untuk mendukung program Rumah Belajar—fasilitas edukatif yang ditujukan bagi anak-anak di sekitar lingkungan pelabuhan. Dengan begitu, program ini menyentuh tiga pilar sekaligus: keberlanjutan lingkungan, pemberdayaan ekonomi lokal, dan peningkatan akses pendidikan.
“Program ini adalah bagian dari ikhtiar Pelindo dalam memitigasi dampak lingkungan sekaligus memberikan manfaat sosial yang nyata bagi masyarakat sekitar pelabuhan. Kami percaya bahwa kolaborasi dengan komunitas dan pelaku usaha berbasis keberlanjutan seperti Parongpong akan mendorong transformasi yang lebih luas,” ujar Febrianto Zenny Sulistyo Harimurti, Kepala Departemen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero).
Melalui skema ekonomi sirkular, pelibatan masyarakat pesisir menjadi kunci. Mereka bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam menciptakan kawasan pelabuhan yang lebih bersih, produktif, dan berdaya.
Menurut catatan jurnal oleh Adlina, Wijayanti, Ratnasari, dan Kodiran (2023), ghost gear seperti jaring bekas berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi bagi nelayan kecil di Indonesia. Program TJSL Pelindo ini menjadi contoh baik bagaimana perusahaan pelabuhan nasional dapat hadir sebagai bagian dari solusi berkelanjutan.
Inisiatif ini juga menegaskan bahwa pelabuhan bukan hanya simpul logistik, tetapi juga bisa menjadi pusat inovasi sosial dan lingkungan yang berdampak langsung bagi komunitas sekitarnya.
Disusun oleh Redaksi TEUSWORLD.COM